Benarkah Kebiasaan Sehari-hari Bisa Memicu Kista? Ini Faktanya

Pola makan yang berantakan dan minim nutrisi menjadi bagian dari gaya hidup banyak perempuan muda saat ini. Mulai dari mengonsumsi makanan tinggi natrium, hingga jarang minum air putih karena kesibukan aktivitas sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan kesehatan organ reproduksi Anda dalam jangka panjang, salah satunya berkaitan dengan risiko munculnya kista. 

Kista memang tidak selalu disebabkan oleh satu faktor tunggal, tetapi gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat dapat menjadi salah satu faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan gangguan ini muncul atau memburuk. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk lebih memperhatikan asupan gizi dan kebiasaan sehari-hari demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Apa itu Kista?

Kista merupakan kantung berisi cairan, udara, atau jaringan lain yang dapat berbentuk di berbagai bagian tubuh, termasuk pada organ reproduksi perempuan seperti ovarium (indung telur). Sebagian besar kista bersifat jinak dan tidak menimbulkan gejala berarti, sehingga banyak yang tidak menyadari keberadaannya hingga terdeteksi melalui pemeriksaan medis. 

Meski demikian, pada beberapa kasus, kista dapat tumbuh membesar dan menimbulkan keluhan seperti nyeri di area perut bagian bawah, gangguan siklus menstruasi, hingga rasa tidak nyaman saat beraktivitas. 

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, angka kejadian kista ovarium di Indonesia tercatat mencapai 37,2%, dengan kelompok usia 20–40 tahun sebagai salah satu yang paling banyak terdampak. Perlu diketahui, kista ovarium kerap disebut sebagai “silent killer” karena sekitar 60-70% penderita baru terdiagnosis setelah kondisinya berada pada tahap lanjut, sebab gejalanya memang sering tidak disadari pada fase awal. Fakta inilah yang menjadikan pemeriksaan rutin dan kewaspadaan terhadap gaya hidup sehari-hari menjadi semakin penting bagi Anda. 

Faktor Penyebab Kista

Kista pada organ reproduksi wanita dapat terbentuk karena berbagai faktor. Tidak hanya berkaitan dengan pola hidup, beberapa kondisi dan perubahan dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya kista. Berikut beberapa faktor utama yang dapat menjadi penyebab atau berperan dalam terbentuknya kista pada organ reproduksi wanita:

1. Ketidakseimbangan hormon

Perubahan atau ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi fungsi ovarium dan proses menstruasi. Kondisi ini dapat mengganggu perkembangan folikel sehingga pada beberapa kasus folikel dapat berkembang menjadi kista.

2. Gangguan Ovulasi

Kista tertentu dapat terbentuk ketika proses ovulasi tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Misalnya, folikel tidak pecah untuk melepaskan sel telur atau tetap bertahan setelah ovulasi. Kista yang terbentuk akibat proses ini dikenal sebagai kista fungsional.

3. Faktor Genetik

Pada kondisi tertentu, faktor genetik dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan yang berkaitan dengan terbentuknya kista. Namun, tidak semua kista diturunkan secara langsung dari orang tua.

Kebiasaan Tidak Baik yang Dapat Memicu Kista

Meskipun tidak menjadi penyebab tunggal, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan risiko gangguan hormon dan kesehatan organ reproduksi Anda yang berkontribusi terhadap risiko munculnya kista. Beberapa di antaranya adalah: Konsumsi makanan tinggi natrium dan rendah nutrisi 

  • Konsumsi makanan tinggi natrium dan rendah nutrisi

Jajanan seperti bakso, seblak, dan jajanan olahan lainnya yang tinggi garam serta minim serat dan vitamin dapat memengaruhi kesimbangan cairan tubuh dan sistem hormonal apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus. Kementerian Kesehatan RI dan WHO menetapkan batas aman konsumsi natrium harian bagi orang dewasa adalah 2.000 mg. Atau setara satu sendok teh garam. 

Data Studi Diet Total Kemenkes juga  menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk Indonesia (52,7%) mengonsumsi natrium melebihi batas tersebut, bahkan di DKI Jakarta angkanya mencapai 65,4%. Konsumsi natrium berlebih dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh serta memicu retensi air, kondisi yang turut memengaruhi kerja hormon reproduksi Anda.

  • Kurang mengonsumsi air putih

Asupan cairan yang tidak tercukupi dapat mengganggu proses detoksifikasi alami tubuh yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon. 

  • Pola makan tidak teratur

Melewatkan waktu makan atau sering mengonsumsi makanan cepat saji dapat memengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan. 

  • Kurang aktivitas fisik

Minimnya olahraga dapat memengaruhi sirkulasi darah dan keseimbangan hormon dalam tubuh. 

  • Stres berkepanjangan 

Tingkat stres yang tinggi dan tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kerja hormon reproduksi Anda. 

Membiasakan pola hidup yang lebih sehat, seperti memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta rutin berolahraga, menjadi langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi secara keseluruhan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar kista memang tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda segera memeriksakan diri ke dokter, di antaranya: 

  • Nyeri hebat atau mendadak di area perut, terutama jika disertai demam atau mual. 
  • Perut terasa membesar atau muncul benjolan yang teraba. 
  • Siklus menstruasi tidak teratur dalam waktu yang cukup lama. 
  • Nyeri saat berhubungan intim atau saat buang air kecil. 
  • Muncul benjolan di bagian tubuh lain yang terus membesar atau berubah bentuk. 

Tidak perlu menunggu hingga keluhan semakin mengganggu. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter mengetahui jenis dan kondisi kista, sehingga pilihan penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Kenali kondisi tubuh Anda dan konsultasikan keluhan yang mengarah pada kista bersama Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS EMC Cikarang.

BACA JUGA: Apakah Kista Ovarium Bisa Menyebabkan Sulit Hamil?

Artikel ditulis oleh dr. Andy Halomoan Simarmata, Sp.OG (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS EMC Cikarang).