Apakah Operasi Lumbar Disc Replacement  (LDR) Aman untuk Menyembuhkan Saraf Terjepit?

Masih ragu atau takut ketika Dokter menyarankan untuk operasi lumbar disc replacement (LDR)?

Ragu/ takut adalah manusiawi, namun keraguan/ ketakutan tidak akan membuat keluhan yang dialami menjadi lebih baik. Justru lambat akan mengurangi kualitas hidup penderita. Masih banyak yang  belum tau, Lumbar disc replacement (LDR) adalah prosedur bedah minimal invasif untuk mengangkat bantalan tulang belakang (diskus) yang rusak di area punggung bawah dan menggantinya dengan implan buatan. Operasi lumbar disc replacement (LDR) ini umumnya aman. Namun faktanya ada saja pasien yang masih takut untuk menjalani operasi ini, tapi ada saja pasien yang datang ke Dokter dan langsung meminta untuk dilakukan operasi lumbar disc replacement (LDR), pasien tersebut sebelumnya sudah melihat/ komunikasi dengan orang yang sebelumnya sudah dilakukan operasi lumbar disc replacement (LDR) di RS. EMC Tangerang. Dalam uji klinis FDA,didapati potensi masalah neurologis atau komplikasi serius yang mungkin terjadi hanya sekitar 4,4%. Perawatan paska lumbar disc replacement (LDR) ini juga relatif lebih singkat, hanya kurang lebih 2-3 hari saja setelah operasi, walau perawatan yang lebih lama bisa saja terjadi bilamana ada kondisi tertentu. 

Tentunya dalam dunia medis tidak ada yang menjamin keamanan/ keberhasilan 100%. Namun keberhasilan dan keamanan tindakan  lumbar disc replacement (LDR) sangat ditentukan oleh kondisi pasien ( keluhan/ diagnosa/ aktivitas/ usia pasien dan lain-lain) dan tentunya faktor lain diantaranya:

1. Dokter ahli dan berpengalaman

Dokter akan melakukan pemeriksaan klinis pasien dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang medis (MRI/ CT-Scan/ Ronsen/ dll) yang diperlukan. Penentuan diagnosa yang tepat oleh Dokter tentunya memegang peran penting untuk penentuan tindakan yang tepat. Dokter akan menentukan kandidat pasien yang tepat untuk tindakan lumbar disc replacement (LDR). Tidak semua masalah tulang belakang/ lumbar bisa dilakukan tindakan operasi lumbar disc replacement (LDR),  diantaranya bilamana pasien dalam kondisi Osteoporosis, karena tulang yang lemah meningkatkan risiko implan bergeser. Umumnya lumbar disc replacement (LDR) paling tepat dilakukan pada pasien dengan nyeri pinggang kronis yang sumber utamanya berasal dari diskus yang mengalami degenerasi. Spine Center RS. EMC Tangerang oleh dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT. Subsp.OTB (K) sudah berhasil melakukan ratusan level operasi lumbar disc replacement (LDR). Pengalaman ini tentunya akan memberikan nilai positif tersendiri bagi pasien. Mengutip yang pernah disampaikan dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT. Subsp.OTB (K) “Dokter itu seperti montir, semakin sering dia bongkar mesin, maka semakin ahli dia”

2. Tim dokter dan perawat yang berpengalaman dan kompeten

Dokter operator utama tidak mungkin bekerja sendiri saat operasi lumbar disc replacement (LDR).  Dibutuhkan dokter anastesi untuk pembiusan yang aman buat pasien untuk mendukung kelancaran operasi. Asisten dokter operator dan perawat bedah yang kompeten juga akan sangat membantu dokter operator utama dalam proses operasi lumbar disc replacement (LDR) mulai dari awal sampai akhir. Peran Dokter pendukung ini bukan hanya di ruangan operasi, namun sampai pada ruang perawatan pasien, Bersama-sama Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP)/ Dokter operator utama mengupayakan pemulihan pasien paska tindakan operasi dilakukan.

3. Peralatan penunjang medis dan peralatan di ruangan operasi

Seperti yang sudah disampaikan diatas bahwa pemeriksaan radiologi berupa MRI/ CT-Scan/ Ronsen, dll dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa. Pada saat tindakan di ruangan operasi, peralatan medis juga sangat menentukan kelancaran  tindakan. Sebut saja peralatan C-ARM 3D yang memberikan gambaran implan di dalam tubuh dan yang tidak kalah penting yaitu alat monitoring IOMN yang memantau real time kondisi saraf pasien pada saat operasi dilakukan. Selain itu peralatan medis lain berupa meja operasi, monitor, dan instrument bedah canggih dan modern khusus untuk operasi  lumbar disc replacement (LDR)  juga sangat menentukan kelancaran dan keberhasilan tindakan

4. Pemilihan implant / bahan medis / obat yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasien / Dokter penanggung jawab pasien / Dokter operator berdarkan klinis / diagnosa pasien akan mementukan implant / bahan medis / obat mana yang paling baik untuk pasien, karena ini akan menunjang proses pemulihan dan kualitas hidup pasien selanjutnya. Faktor keilmuan dan pengalaman dokter operator sangat menentukan

Masih ada hal-hal lain yang penting diperhatikan agar operasi lumbar disc replacement (LDR) berjalan lancar dan aman diantaranya quality control, sterilisasi alat, dan lain-lain. Namun dimana dan oleh siapa tindakan operasi  lumbar disc replacement (LDR) dilakukan adalah faktor utamanya. 

Operasi  lumbar disc replacement (LDR) pada umumnya aman dan bukan hanya itu, teknik operasi  lumbar disc replacement (LDR) juga mempertahankan motion dari pasien, sehingga pasien akan bisa tetap beraktivitas.

Penanganan yang cepat dan tepat sangatlah penting dan akan membantu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien.

Artikel ditulis oleh dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K)Spine (Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang RS EMC Tangerang).

Apakah anda masih mengeluhkan nyeri tulang belakang dan atau ingin second opinion? Anda dapat menghubungi Spine Center RS. EMC Tangerang melalui pesan Whattsup (WA) di 0818-0818-0812. Spine Center RS. EMC Tangerang sebagai pemenang 2025 Spine Center of the Year in Indonesia from GlobalHealth Indonesia at the GlobalHealth Indonesia Awards 2025