Apakah Gadget Bisa Memicu Vertigo? Simak Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya

Di era digital seperti sekarang, penggunaan ponsel, tablet, maupun laptop sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Baik untuk bekerja, belajar, hingga hiburan, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Namun, tidak sedikit yang kemudian mengeluhkan kepala terasa berputar, mual, atau kehilangan keseimbangan setelah menggunakan gadget dalam waktu lama.

Kondisi tersebut seringkali membuat seseorang mengira dirinya mengalami vertigo akibat gadget. Pada dasarnya, secara medis gadget bukanlah penyebab langsung vertigo. Penggunaan gadget yang berlebihan memang dapat memicu berbagai kondisi yang menimbulkan sensasi mirip vertigo atau memperburuk gejala pada orang yang sudah memiliki gangguan keseimbangan.

Lalu, apakah benar gadget bisa menyebabkan vertigo? Berikut penjelasan medis yang perlu Anda ketahui.

Perbedaan Vertigo dengan Pusing Biasa

Banyak orang masih menganggap semua rasa pusing sebagai vertigo, padahal keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Vertigo adalah sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar sedang berputar, tetapi sebenarnya tidak ada pergerakan. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada sistem vestibular, yaitu sistem yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Gangguan tersebut dapat berasal dari telinga bagian dalam maupun otak.

Sementara, pusing biasa umumnya hanya menimbulkan rasa ringan di kepala, kepala terasa melayang, atau tidak nyaman tanpa adanya sensasi berputar.

Selain rasa berputar, vertigo juga dapat disertai berbagai gejala lain, seperti:

  • Mual dan muntah.
  • Sulit berdiri atau menjaga keseimbangan.
  • Gangguan berjalan.
  • Gerakan bola mata yang tidak normal (nistagmus).
  • Keringat dingin.

Karena penyebab dan penanganannya berbeda, penting untuk mengenali apakah keluhan yang dialami merupakan vertigo atau sekadar pusing biasa.

Benarkah Gadget Menjadi Penyebab Vertigo?

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan gadget secara langsung menyebabkan vertigo.

Namun, istilah vertigo akibat gadget sering digunakan untuk menggambarkan munculnya sensasi pusing atau berputar setelah menatap layar dalam waktu lama. Sebenarnya, kondisi tersebut sering dipicu oleh berbagai hal lain yang berkaitan dengan penggunaan layar, bukan karena gadget merusak organ keseimbangan.

Untuk sebagian orang, menggunakan perangkat elektronik atau gadget dalam jangka waktu yang lama bisa membuat gejala gangguan vestibular yang mereka alami semakin parah, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), penyakit Meniere, atau migrain vestibular.

Selain itu, paparan visual yang terus-menerus dari layar dapat menyebabkan otak menerima informasi yang berbeda dengan sinyal keseimbangan dari telinga bagian dalam sehingga memunculkan rasa tidak nyaman.

Oleh karena itu, apabila Anda sering mengalami kepala terasa berputar setelah menggunakan gadget, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah vertigo tanpa pemeriksaan medis yang tepat.

Mengapa Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Memicu Kepala Terasa Berputar?

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang merasa pusing atau mengalami sensasi seperti vertigo setelah menggunakan gadget dalam waktu lama.

1. Digital eye strain

Digital eye strain atau kelelahan mata digital merupakan kondisi yang umum terjadi akibat menatap layar terlalu lama tanpa istirahat.

Gejalanya meliputi:

  • Mata lelah.
  • Mata kering.
  • Penglihatan kabur.
  • Sakit kepala.
  • Sulit fokus.

Ketegangan pada mata ini dapat memicu rasa tidak nyaman hingga sensasi kepala terasa ringan atau berputar.

2. Cybersickness

Cybersickness adalah kondisi ketika informasi visual yang diterima mata tidak sesuai dengan informasi dari sistem keseimbangan tubuh.

Misalnya, saat melihat video bergerak cepat, bermain game, menggunakan virtual reality (VR), atau scrolling layar dalam waktu lama, mata mengirimkan sinyal seolah tubuh sedang bergerak, sementara telinga bagian dalam mendeteksi bahwa tubuh tetap diam.

Perbedaan informasi tersebut menyebabkan otak mengalami konflik sensorik yang dapat memicu:

  • Mual.
  • Pusing.
  • Sensasi berputar.
  • Keringat dingin.

Pada beberapa orang, gejalanya sangat mirip dengan vertigo.

3. Sindrom Ketegangan otot leher (text neck syndrome)

Kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan bahu.

Kondisi yang dikenal sebagai text neck syndrome ini dapat mengganggu aliran darah serta memicu nyeri leher yang disertai rasa pusing atau kepala terasa berat.

Semakin lama posisi menunduk dipertahankan, semakin besar kemungkinan munculnya keluhan tersebut.

4. Kurang tidur dan kelelahan

Penggunaan gadget hingga larut malam sering kali mengurangi kualitas tidur karena cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi hormon melatonin.

Kurang tidur merupakan salah satu faktor yang dapat memperburuk berbagai keluhan neurologis, termasuk pusing, migrain, maupun vertigo pada individu yang rentan.

Langkah Aman untuk Mengurangi Pusing saat Menggunakan Gadget

Meski gadget bukan penyebab langsung vertigo, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi risiko munculnya keluhan pusing setelah menggunakan layar.

1. Terapkan aturan 20-20-20

Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek selama minimal 20 detik. Cara sederhana ini membantu mengurangi ketegangan mata.

2. Gunakan posisi duduk yang ergonomis

Pastikan layar berada sejajar dengan pandangan mata sehingga leher tidak terus-menerus menunduk.

3. Sesuaikan pencahayaan layar

Atur kecerahan layar supaya tidak terlalu terang atau terlalu gelap. Hindari pula menggunakan gadget di ruangan yang sangat gelap karena kontras cahaya yang tinggi dapat membuat mata bekerja lebih keras.

4. Batasi penggunaan gadget sebelum tidur

Usahakan menghentikan penggunaan gadget sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur agar kualitas tidur tetap optimal.

5. Tetap terhidrasi dan aktif bergerak

Minum air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi serta lakukan peregangan ringan setiap 30–60 menit apabila bekerja di depan komputer dalam waktu lama.

6. Kenali pemicu jika memiliki riwayat vertigo

Bagi penderita gangguan vestibular atau migrain vestibular, penting untuk mengenali faktor-faktor yang dapat memicu kekambuhan, termasuk durasi penggunaan gadget, cahaya layar, maupun kurang tidur.

Jika gejala semakin sering muncul, konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Segera Periksakan Diri Anda ke Dokter 

Sebagian besar keluhan pusing setelah menggunakan gadget tidak selalu menandakan vertigo. Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila keluhan berlangsung berulang atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Sensasi berputar yang berlangsung lama atau sering kambuh.
  • Gangguan keseimbangan hingga sulit berjalan.
  • Pendengaran menurun atau telinga berdenging.
  • Pingsan atau penurunan kesadaran.
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
  • Penglihatan ganda.
  • Kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan berasal dari gangguan vestibular, migrain, gangguan saraf, atau kondisi medis lainnya sehingga pengobatan dapat disesuaikan dengan penyebabnya.

BACA JUGA: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Terlalu Lama Menatap Layar?

Artikel ditulis oleh dr. Poek Denny Purbawijaya, Sp.N (Dokter Spesialis Saraf/Neurologi RS EMC Cikarang).