Melihat anak tiba-tiba tidak sadarkan diri, mata melotot ke atas, dan seluruh tubuhnya kaku serta kejang pasti menjadi momen yang sangat menakutkan bagi orang tua mana pun. Kepanikan sering kali membuat orang tua secara refleks melakukan tindakan yang justru membahayakan si kecil, seperti memasukkan sendok ke mulut anak atau memeluknya terlalu erat.
Kejang pada anak—terutama kejang demam—memang sering terjadi pada usia 6 bulan hingga 5 tahun. Orang tua wajib tahu cara memberikan pertolongan pertama yang benar. Yuk, simak panduan keselamatan berikut ini agar Anda tahu persis apa yang harus dilakukan!
Mengapa Anak Bisa Mengalami Kejang Saat Demam?
Kejang demam terjadi karena kenaikan suhu tubuh yang biasanya di atas 38°C. Kondisi ini dipicu oleh respons otak anak yang masih sensitif terhadap perubahan suhu tubuh akibat infeksi, seperti flu atau radang tenggorokan.
Perlu diingat, kejang demam berbeda dengan epilepsi. Kejang demam murni dipicu oleh suhu tubuh yang tinggi dan umumnya akan berhenti sendiri dalam waktu beberapa menit tanpa menyebabkan kerusakan otak.
5 Langkah Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang (Jangan Panik!)
Kunci utama menghadapi anak kejang adalah tetap tenang. Kepanikan Anda akan menghambat tindakan penyelamatan yang cepat. Jika anak mengalami kejang, segera lakukan langkah-langkah berikut:
- Pindahkan ke Tempat Aman: Letakkan anak di permukaan yang datar, lembut (seperti kasur atau karpet), dan jauhkan dari benda-benda tajam atau keras.
- Posisikan Miring (Sangat Penting): Miringkan tubuh anak ke satu sisi (kanan atau kiri). Posisi miring ini berfungsi mencegah lidah menyumbat jalan napas dan memastikan jika anak muntah atau mengeluarkan air liur, cairan tersebut tidak masuk ke paru-paru.
- Longgarkan Pakaian: Lepaskan atau longgarkan pakaian yang ketat, terutama di bagian leher, agar anak bisa bernapas dengan lebih lega.
- Jangan Masukkan Benda Apa Pun ke Dalam Mulut: STOP memasukkan sendok, jari, kain, atau kopi ke dalam mulut anak! Tindakan ini berisiko mematahkan gigi anak, melukai lidah, atau yang paling fatal: menyumbat total jalan napasnya.
- Hitung Durasi Kejang: Gunakan jam atau ponsel Anda untuk mencatat berapa lama kejang berlangsung. Lebih baik lagi bila orang tua merekam video. Informasi ini sangat penting bagi dokter nantinya.
Kapan Kejang pada Anak Menjadi Tanda Bahaya?
Meskipun sebagian besar kejang demam akan reda dalam waktu 1–2 menit, Anda harus segera membawa anak ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika menemui kondisi berikut (Red Flags):
- Kejang pertama kali
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
- Kejang terjadi lebih dari satu kali dalam waktu 24 jam.
- Kejang hanya terjadi pada salah satu bagian tubuh saja (kejang fokal), bukan seluruh tubuh.
- Setelah kejang berhenti, anak tidak kunjung sadar, tampak sangat mengantuk, atau mengalami kesulitan bernapas.
- Kejang terjadi tanpa disertai demam.
Jangan Tunda, Ambil Tindakan Tepat Bersama RS EMC Grha Kedoya
Kejang yang berlangsung lama atau berulang dapat menyebabkan tubuh anak kekurangan oksigen. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh medis setelah anak mengalami kejang pertama kalinya sangatlah penting untuk memastikan tidak ada infeksi serius lainnya, seperti meningitis (radang selaput otak).
Jika buah hati Anda memiliki riwayat kejang demam atau baru saja mengalami episode kejang, segera konsultasikan kondisinya dengan Dokter Spesialis Anak di RS EMC Grha Kedoya.
Kesehatan dan keselamatan si kecil adalah prioritas utama. Percayakan penanganan tumbuh kembang dan kesehatan anak Anda pada penanganan medis profesional di RS EMC Grha Kedoya.
Artikel ditulis oleh dr. Yehezkiel Nathanael S., M.Med.Sc, Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS EMC Grha Kedoya).