Wasir atau hemoroid adalah kondisi ketika pembuluh darah di sekitar anus atau bagian bawah rektum mengalami pembengkakan. Wasir dapat terjadi pada siapa saja dan sering kali berkaitan dengan tekanan yang berulang pada pembuluh darah di area anus.
Meski lebih sering ditemukan pada orang dewasa, wasir bukan hanya masalah yang dialami oleh orang lanjut usia. Kebiasaan sehari-hari, pola makan, aktivitas, hingga kondisi tertentu dapat meningkatkan risikonya.
Kebiasaan yang Bisa Memicu Wasir
1. Terlalu Lama Duduk di Toilet
Apakah Anda sering membawa ponsel saat ke toilet dan akhirnya duduk lebih lama dari yang seharusnya?
Kebiasaan ini sebaiknya mulai dikurangi. Duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya wasir.
Tips: Usahakan tidak berlama-lama di toilet dan hindari menggunakan toilet sebagai tempat untuk scrolling atau bermain ponsel.
2. Sering Mengejan Saat BAB
Mengejan terlalu kuat atau terlalu lama saat BAB dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang mengalami sembelit atau tinja yang keras.
Jika BAB terasa sulit dan harus mengejan berulang kali, jangan abaikan. Perhatikan kembali asupan serat dan cairan sehari-hari.
3. Kurang Mengonsumsi Makanan Berserat
Kurang serat dapat membuat tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, seseorang cenderung mengejan lebih kuat saat BAB.
Untuk membantu menjaga BAB tetap lancar, konsumsi makanan berserat seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian secara rutin.
4. Kurang Minum Air Putih
Asupan cairan yang tidak cukup dapat membuat tinja menjadi lebih keras, terutama jika dikombinasikan dengan kurangnya konsumsi serat.
Cukupi kebutuhan cairan setiap hari dan sesuaikan dengan kondisi tubuh serta aktivitas masing-masing.
5. Kurang Bergerak atau Terlalu Lama Duduk
Terlalu lama duduk dan kurang melakukan aktivitas fisik dapat membuat tubuh kurang aktif dan pada sebagian orang dapat berkontribusi terhadap masalah BAB, termasuk sembelit.
Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk dalam waktu lama, sempatkan untuk berdiri, berjalan, melakukan peregangan, atau bergerak secara berkala.
Apa Saja Gejala Wasir?
Gejala wasir dapat berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa keluhan yang umum antara lain:
- BAB berdarah, biasanya berupa darah merah segar yang terlihat pada tisu, permukaan tinja, atau toilet.
- Benjolan di sekitar anus, terutama pada wasir yang berada di bagian luar atau wasir dalam yang menonjol keluar.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di sekitar anus, terutama saat duduk atau BAB.
- Gatal atau iritasi di sekitar anus.
- Rasa seperti masih ingin BAB atau terdapat sesuatu yang mengganjal di anus.
- Pada kondisi tertentu, benjolan dapat mengalami pembengkakan dan terasa sangat nyeri.
Perlu diingat, BAB berdarah tidak selalu berarti wasir. Perdarahan dari anus juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Karena itu, bila perdarahan berulang atau tidak diketahui penyebabnya, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Wasir?
Wasir dapat terjadi pada berbagai usia, tetapi risikonya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia karena jaringan penyangga pembuluh darah di sekitar anus dapat menjadi lebih lemah.
Selain itu, beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko wasir antara lain:
- Sering mengalami sembelit atau diare.
- Sering mengejan saat BAB.
- Kurang mengonsumsi serat dan cairan.
- Terlalu lama duduk atau kurang bergerak.
- Sering mengangkat beban berat.
- Kehamilan, akibat peningkatan tekanan pada pembuluh darah di area panggul dan anus.
- Memiliki berat badan berlebih.
- Memiliki kebiasaan BAB yang tidak teratur.
Jadi, meskipun wasir lebih sering ditemukan pada orang dewasa dan risikonya meningkat dengan usia, orang yang masih muda pun dapat mengalaminya, terutama jika memiliki kebiasaan atau kondisi yang meningkatkan tekanan pada area anus.
Apa yang Terjadi Jika Wasir Dibiarkan?
Pada sebagian orang, gejala wasir dapat membaik dengan perubahan pola hidup. Namun, jika keluhan terus berulang atau semakin berat dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, wasir dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Wasir yang lebih berat dapat menyebabkan benjolan yang terus menonjol keluar, perdarahan berulang, nyeri, hingga terbentuknya bekuan darah pada wasir luar (trombosis) yang dapat menyebabkan nyeri hebat.
Perdarahan yang terus-menerus juga, meskipun tidak selalu terjadi, dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia). Selain itu, benjolan yang terus mengalami iritasi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas seperti duduk, bekerja, maupun BAB.
Oleh karena itu, jangan menunggu sampai gejalanya semakin berat sebelum memeriksakan diri.
Bagaimana Cara Mencegah Wasir?
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko wasir:
- Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah.
- Cukupi kebutuhan air putih setiap hari.
- Rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.
- Jangan menunda keinginan untuk BAB.
- Hindari mengejan terlalu kuat atau terlalu lama saat BAB.
- Jangan terlalu lama duduk di toilet, terutama sambil bermain ponsel.
- Jika harus duduk dalam waktu lama, sempatkan untuk berdiri dan bergerak secara berkala.
Jangan Malu untuk Memeriksakan Diri ke Dokter
Keluhan di area anus terkadang membuat seseorang merasa malu untuk berkonsultasi dengan dokter. Padahal, wasir merupakan masalah kesehatan yang cukup umum dan tidak perlu menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan.
Semakin cepat keluhan diperiksa, semakin cepat pula dokter dapat memastikan apakah gejala yang dialami memang disebabkan oleh wasir atau kondisi lain.
Jika Anda mengalami BAB berdarah, benjolan di sekitar anus, nyeri saat BAB, gatal, atau keluhan yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Umum.
Jangan abaikan gejala dan jangan malu untuk berobat. Yuk, kenali wasir dan cegah sejak dini dengan membiasakan pola hidup yang lebih sehat!
Artikel ditulis oleh dr. Rudy Haryanto Susilo, Sp.B (Spesialis Bedah Umum RS EMC Cibitung & Pekayon).